perjuangan melawan schizoprenia
pengen menceritakan sakit
psikilogis yang tidak diketahui nama penyakit. Penyakit yang saya alami ialah
dimana terjadi kebocoran pada alam bawa sadar saya yang kebocoran ini terjadi
ketika factor gen lingkungan dan lupa factor satunya lagi menjadi satu padu
yang menyebebabkan saya menjadi tidak terkendali.
Saat terjadi kebocoran bawa sadar, oh iya kebocoran alam bawah sadar
ini juga disebabkn saya yang sealu memendam setiap permasalahan saya menganggap
permasalahan yang ada diri saya sendiri saya masa bodo dan saat nya ketiga itu
bersatu factor lingkungan , gen dan satu lagi lupa bersatu akhirnya menjadi
meledak/bocor menyebabkan saya menjadi agresif dikampus saya menganggap bahwa
saya sedang dijadikan mata-mata oleh kampus saya sebenarnya saya seperti itu
karena saya menganggap nilai saya jelek karena kesalahan kampus dan saat itu
saya menulis pusis di instagram dan di kutip oleh temen saya yang saat itu
teman saya terkena masalah dengan kampus saya.
setiap uploadan dia selalu
berbau menjatuhkan pemimpin saya dan saya mencoba untuk memberikan jalan tengah
untuk jangan melakukan itu lagi tapi justru puisi saya menjadi alat untuk
menjatuhkan pemimpin.
Saat itu saya mengenggap dua sejoli yang sedang menyelamatkan
dunia hingga saat itu saya menyalahkan
kampus saya yang memberikan saya nilai kecil (semenjak itu saya menjadi merasa
bersalah) lewat instastory saya dan juga orang yang menyebabkan saya seperti
ini saya gak sebutin namanya dia yang menyebabakan saya seperti ini atau
mengalami penyakit ini dampak dari penyakit ini saya saya mendengar suara dikepala saya dan
suara tersebut mengenaggap bahwa dunia
ini dikendalikan oleh saya dan dia semua pilihan baik presiden dan masalah yang
ada diindonesia semua saya yang bertanggung jawab jadi isi kepala saya dipenuhi
dengan masalah Negara dan pemecahan masalah semua ada di saya dan saya
menganggap semua orang bisa mendengar isi kepala saya,
etika saya paham pernah sampai saya
menganggap bahwa terkena jampi atau ilmu hitam sampai-sampai saya diruqiyah
walalupun tidak ada efeknya. ketika di periksa ke dokter/puskesmas untuk mengurus bpjs karena di dokter
sebelumnya bayar dan saat itu saya dibayarin oleh yayasan dan puskes bilang saya
mengalami prnyakit schizophrenia. Dan saya menganggap dia merupakan pasangan
yang menyelematkan dunia dari suara yang ada dikepala saya selama 5 bulan
Komentar
Posting Komentar